• Profil dan Sejarah Kota Cimahi

    Pada tanggal 21 Juni 2001 Cimahi ditetapkan sebagai kota otonom..

  • Tahapan Pilkada Kota Cimahi 2017

    Peraturan KPU No 3. tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah..

  • Kabar Berita Seputar Kota Cimahi

    Kabar dan Berita Seputar Kota Cimahi dan wilayah disekitarnya..

Showing posts with label Sosial Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Sosial Ekonomi. Show all posts

Tuesday, April 28, 2020

Yogya Plaza Cimahi Ramai Menjelang PSBB

Yogya Plaza Cimahi Menjelang PSBB Cimahi Smart CityTak hanya pasar tradisional, pasar modern di Kota Cimahi juga dipadati pengunjung jelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  Meski begitu tidak ada aksi borong yang dilakukan konsumen.

Seperti yang terlihat di Yogya Plaza Cimahi Jalan Amir Mahmud, Minggu (19/4/2020). Sejumlah konsumen tampak membeli sejumlah barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hampir setiap counter yang ada di Yogya Plaza dipadati pengunjung. Mereka membeli barang dengan sewajarnya

Akibatnya antrean di kasir pun tidak bisa dihindarkan.  Sehingga pihak managemen Yogya Plaza Cimahi membatasi jumlah pengunjung yang datang.

"Iya kita batasi biar tidak terlalu rapat. Karena sekarang masa pandemi virus corona, jadi kita menghindari jarak terlalu dekat. Setelah di dalam agak longgar sekitar satu atau 30 menitan kita buka lagi. Pengunjung yang ada di luar bisa masuk," ungkap Manager Operasional Toko, Herry Sopriadi.

Menurutnya jumlah pengunjung meningkat setiap hari minggu selama pandemi Covid-19 ini. "Kalau Sabtu dan hari biasa normal aja. Baru minggu kemarin dan minggu ini meningkat, sehingga kami terapkan pembelian secara bergantian," katanya.

Herry menegaskan, tidak ada aksi borong yang dilakukan konsumen. "Mereka beli secara wajar, ngga ada yang berlebihan. Stok barang juga masih aman," ujarnya.

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihak Yogya Plaza Cimahi juga menerapkan standar pengamanan, seperti memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung di pintu masuk, disediakan tempat cuci tangan lengkap denngan sabunnya.

"Di kasir juga kita beri jarak, dan kita kasih tanda agar yang antri di kasir tidak terlalu berdekatan. Kita juga terus informasikan untuk menjaga jarak," tetang Herry. - Galamedia

May Day - Pra Aksi Buruh Kota Cimahi 1 Mei 2016

May Day - Aksi Buruh Cimahi 1 Mei 2016 Cimahi Cyber CityJelang Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2016, sejumlah buruh dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Kota Cimahi, menggelar aksi pra May Day. Para buruh melakukan orasi di Jalan Amir Mahmud Kota Cimahi, sambil membagikan selembaran kepada pengguna Jalan. Akibat aksi buruh tersebut, akses jalan dari Amir Mahmud menuju Kota Bandung sempat tersendat. "Ini baru permulaan, masih banyak buruh yang akan turun ke jalan pada 1 Mei nanti," ujar Bren Minardi, koordinator aksi, Senin (25/4/2016).

Setahun lalu, Aksi Ratusan anggota Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Cimahi berkumpul di Jalan Raya Gempol, Cimahi, depan PT Kahatex, Kamis (1/5). Anggota KASBI yang berseragam merah ini berkumpul di sana untuk memperingati Hari Buruh Dunia tepat pada hari ini. Dari pantauan, mereka memulai aksi tersebut dengan menyanyikan yel-yel yang dibuat oleh mereka sendiri. Tak hanya itu, salah seorang wanita paruh baya melakukan orasi dalam kesempatan aksi ini, di atas mobil bak sebagai panggung.

Puluhan petugas kepolisian, termasuk polisi wanita, pun tampak berjaga-jaga untuk mengamankan aksi yang dilakukan KASBI. Ratusan anggota KASBI yang datang dalam aksi ini kebanyakan berasal dari kalangan wanita, di mana mereka bekerja sebagai buruh di PT Kahatex. Salah satu buruh wanita PT Kahatex yang datang ke aksi KASBI ini, Dotsina Sitohang mengungkapkan harapannya. Wanita asal Medan ini meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib kaum buruh yang kerap tertindas karena tidak dipedulikan. "Harusnya bayaran kami disesuaikan tiap tahunnya, karena kan BBM naik, barang-barang naik, masak gaji kami enggak naik," ujar dia.

Monday, September 9, 2019

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Kota Cimahi

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Cimahi Cyber CityWarga di beberapa wilayah Kota Cimahi mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan harganya yang mencapai Rp 21 ribu sampai Rp 25 ribu per tabung. Namun, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cimahi, Muhammad Sutarno mengatakan, tidak mungkin terjadi kelangkaan gas di Kota Cimahi. Menurutnya, setiap tahunnya kuota gas elpiji tiga kilogram di Kota Cimahi terus bertambah, pada tahun 2016 saja, Kota Cimahi mendapatkan jatah sekitar 6.399.333 tabung gas, kemudian pada 2017 jumlahnya meningkat sekitar 10 persen menjadi 6.570.333 tabung gas dengan rata-rata 500 ribu tabung gas perbulan. Kalaupun masyarakat ada yang mengeluhkan kelangkaan gas di daerahnya, kata Sutarno, hal itu akibat adanya peningkatan pengguna dan pemanfaatan gas bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cimahi akan terus melakukan pengecekan kepada masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang saat ini terjadi. Menurut Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kota Cimahi Agus Irwan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak pertamina. "Setiap bulannya Kota Cimahi mendapatkan 500 ribu tabung elpiji perbulan," ungkap Agus kepada wartawan di kantornya, Rabu (17/5/2017). Sedangkan jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) Kota Cimahi mencapai 20 ribu Kepala Keluarga (KK). Pihaknya mengkalkulasikan jika dalam sebulan kebutuhan gas sebanyak empat tabung, maka hanya mencapai 80 ribu. Artinya, dari jumlah gas elpiji yang tersedia ini masih mencukupi kebutuhan. Serta, lanjut dia, tidak akan ada kelangkaan gas. Sebelumnya, pemerintah melakukan aturan lain untuk mendapatkan gas elpiji. Namun, aturan tersebut saat ini sudah tidak terjadi lagi. Diharapkan, kepada para agen agar bisa menerapkan aturan tersebut. Sehingga, dapat mengurangi sejumlah kecurangan.

Sementara itu, Masa buruh mengancam akan bergerak ke kantor PLN, jika Ketua DPRD tak mampu mendatangkan PLN ke kantor DPRD untuk melakukan audiensi bersama buruh. Menurut pantauan Tribun, saat buruh melakukan orasi, perwakilan buruh memasuki kantor DPRD memastikan keberadaan Ketua DPRD Kota Cimahi, Ahmad Gunawan. Namun, saat akan memasuki ruangan Ketua DPRD, Satpam yang berjaga mengatakan bahwa Ketua DPRD sedang rapat dan rencananya akan diterima komisi 4 DPRD. "Kami tidak mau kalau hanya diterima komisi 4, kami inginnya oleh Ketua DPRD langsung dan mendatangkan perwakilan dari PLN dan Pemerintah," ujar Saiful Bahri, salah satu perwakilan buruh, saat ditemui Tribun di Kantor DPRD, Jalan Djulaeha Karmita, Rabu (17/5/2017). Masa buruh melakukan orasi di depan Kantor DPRD menuntut pemerintah untuk mengembalikan subsidi untuk rakyat, dengan menolak kenaikan tarif harga listrik dan melakukan antisipasi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram jelang bulan suci Ramadan.

Wednesday, June 8, 2016

Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Kota Cimahi

Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Kota Cimahi Cyber CityTingkatkan kompetensi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menggelar pelatihan "Kewirausahaan bagi Pemuda" di Pusdikhub Jln. Gatot Subroto Kota Cimahi, Rabu, 1 Juni 2016. Pelatihan itu bertujuan agar pemuda di Kota Cimahi bisa menciptakan lapangan kerja. Pelatihan tersebut diikuti sekitar 500 orang dengan rentang usia dari 18-30 tahun. Jumlah tersebut merupakan perwakilan dari 15 kelurahan yang ada di Kota Cimahi.

Kepala Disdikpora Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan menjelaskan pelatihan dengan sasaran pemuda berkaitan dengan berlakunya pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Kami ingin pemuda di Kota Cimahi bisa bersaing dan berhadapan dengan pelaku usaha dari negara lain," katanya. Sistem pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk lamanya pelatihan. Agar materi yang disampaikan mampu diterima oleh peserta, pelatihan dilaksanakan menjadi tiga hari terhitung sejak 1 hingga 3 Juni 2016.

Walikota Cimahi, Atty Suharti menyatakan, angka pengangguran di Indonesia sudah tinggi termasuk Cimahi. Apalagi ketersediaan lapangan kerja di Cimahi sangat terbatas. Salah satu prioritas pembangunan pemerintah adalah program penciptaan lapangan kerja. "Bagaimana SDM diberi peningkatan nilai atau pelatihan agar mereka mampu menciptakan pekerjaan atau meningkatkan diri," katanya.

Dia menambahkan, di Kota Cimahi BITC bisa dimanfaatkan mereka yang tertarik untuk menciptakan pekerjaan di bidang industri animasi dan perbaikan ponsel. Untuk itu, pelatihan yang diselenggarakan harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh peserta. "Beragam pelatihan nantinya akan kami buat, dan itu harus dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya.***PR

Saturday, April 30, 2016

May Day 1 Mei 2016 - Demo Buruh Kota Cimahi

May Day 1 Mei 2016 - Mayday Demo Buruh Kota Cimahi Cyber CityMenjelang peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day), buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Cimahi menyiapkan atribut buruh untuk aksi turun ke jalan bersama buruh lainnya se-Jawa Barat ke Gedung Sate pada 1 Mei 2016 mendatang. Persiapan berlangsung di markas Kasbi Kota Cimahi di Jalan Melong Asih Kota Cimahi, Rabu, 27 April 2016. Sejumlah atribut disiapkan untuk menghadapi aksi May Day. Mulai dari spanduk, ikat kepala, tulisan-tulisan aspirasi pada poster, sampai rencana pembuatan keranda dari bambu.

Ketua Kasbi Kota Cimahi Bren Minardi mengatakan, persiapan MayDay dilakukan dengan menyiapkan massa dan atribut dalam rangka berpartisipasi. "May Day yang kini ditetapkan sebagai hari libur tak menyurutkan langkah buruh untuk libur memperjuangkan nasib," ujarnya. Bren menyatakan, keranda dipilih sebagai simbolisasi gerakan May Day tahun 2016 sebagai wujud mati rasa pemerintah karena kebijakan yang ada bukannya mempedulikan nasib buruh. "Malah justru kebijakan itu mendukung berlangsungnya investasi tapi nasib buruh tak diperhatikan. Kami tuntut turunkan pemerintah pro-modal," ujarnya.

Peringatan May Day yang jatuh pada hari Minggu, bakal diisi dengan kegiatan kampanye kepada masyarakat tentang arti Hari Buruh. "May Day sangat bersejarah dan hasil perjuangan kaum buruh terdahulu. Hasilnya, hak buruh yaitu 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk istirahat dan 8 jam untuk keluarga," ungkapnya. Pihaknya berharap kaum buruh lain mau bergabung dalam aksi May Day. Aksi ajakan dan penyisiran ke lokasi industri bakal dilakukan pada 1 Mei karena meski jatuh pada hari libur banyak pabrik tetap beroperasi di Kota Cimahi. "Semua tuntutan merupakan kebutuhan rakyat saat ini. Buruh tidak hanya bicara soal buruh, tapi kepentingan masyarakat secara keseluruhan," katanya.***PR